Lembut jiwa
bukan arti dari kelemahan
Jernih hati dan pikiran
selalu seperti gaun yang tak teraba
Menjalani hidup mengikuti angin pagi
yang akan kembali pada kodrat Ilahi
Saat memandang terhenti pada si Tampan
Die Jatuh dalam pelukan
Terlena oleh sentuhan
Yang ntah nyata ataukah semu
Namun Die meyakini..
si Tampan sangat mencintainya
Setulus hati die mencintai si Tampan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar